Irfan Bachdim, penyerang tim nasional Indonesia, akhirnya memutuskan menjadi ‘pembelot’. Pemain Indo yang namanya melambung di Piala AFF 2010 ini memilih tetap bersama Persema Malang dan ikut Liga Primer Indonesia (LPI).
Irfan bersama pemain naturalisasi yang sekaligus rekan dekatnya, Kim Jeffrey Kurniawan, tiba di Balai Kota Malang sekitar 13.50 WIB. Kedatangan Irfan ke Malang tak disia-siakan puluhan penggemarnya, sekaligus para jurnalis yang menunggu sejak pagi.
Dengan pengawalan ketat protokoler, Irfan dan Kim langsung menemui Ketua Umum Persema Malang sekaligus Wali Kota Malang Peni Suparto. Seusai pertemuan, digelar konferensi pers terkait kepastian Irfan bersama Laskar Ken Arok, julukan Persema.
“Saya pemain professional. Saya ingin bersikap professional dalam tim. Saya tetap di Persema dan tidak peduli dipanggil tim nasional atau tidak. Saya tidak peduli dengan ancaman,” kata Irfan Bachdim di depan puluhan jurnalis saat konferensi pers.
Salah satu alasan kuat yang membuat Irfan ikut ‘membelot’ dari Indonesia Super League (ISL) adalah jasa Persema terhadap dirinya. Tak dibantah Irfan, Persema menjadi klub pertama yang percaya terhadap kemampuannya kala datang ke Indonesia.
Kala turun pertama kali di Charity Game, klub-klub ISL memandang sebelah mata performa Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan. Persema, melalui pelatih Timo Scheunemann, melihat potensi Irfan dan memutuskan mengontraknya walau dianggap gambling.
“Persema begitu percaya dengan kemampuan saya, jadi saya berhutang kepada Persema. Tak mungkin saya meninggalkan Persema hanya gara-gara takut tidak dipanggil tim nasional. Ini keputusan saya,” tambah Irfan yang didampingi ayahnya Nouval Bachdim dan ibunya Hester Bachdim.
Keputusan Irfan ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi PSSI yang sejak semula gencar melontarkan ancaman kepada pemain yang berbelok ke IPL. Bagaimana tidak, Irfan Bachdim mempunyai andil besar dalam Piala AFF 2010 dan diproyeksikan untuk tim nasional masa depan.
Sekaligus, dalam kesempatan tersebut, Irfan menandatangi kontrak baru dengan Persema. Sebenarnya kontrak Irfan masih tersisa hingga akhir musim. Namun Laskar Ken Arok memilih mengikat Irfan selama tiga musim sekaligus, dengan nominal dikabarkan mencapai Rp1 miliar per musim




Tidak ada komentar:
Posting Komentar