Tertekan, Okto Kabur dari TC Timnas
Okto Kabur, Riedl Siapkan Sanksi
Untuk menghadapi Pra-Olimpiade dan Sea Games 2011, Timnas menjadwalkan pemusatan latihan jangka (TC) panjang di Jakarta sejak Senin (24/1/11) hingga beberapa bulan ke depan. Selama sekitar 11 bulan itulah klub tidak bisa memanfaatkan jasa pemain yang telah mereka kontrak. Padahal, Sriwijaya yang masih berkutat di papan tengah Liga Super Indonesia (LSI) butuh tenaga Okto untuk bersaing menembus puncak klasemen.
Sebelumnya, pelatih timnas Alfred Reidl menyatakan klub semestinya menaati kesepakatan pada Oktober lalu di Hotel Sultan, Jakarta, yang intinya menyerahkan pemain mengikuti TC jangka panjang untuk Pra-Olimpiade dan Sea Games 2011.
"Klub timnas dan Badan Liga sudah mencapai kesepakatan mengenai hal ini. Tidak akan ada pemain yang kembali ke klubnya," ujar Riedl.
Namun, Sriwijaya FC yang mengontrak dan menggaji Okto merasa berhak pula “mempekerjakan” pilar lincahnya itu di lapangan hijau saat Laskar Wong Kito bertarung menghadapi lawan-lawan mereka di LSI.
Kondisi tersebut membuat Okto kebingungan. "Ya, saya tahu timnas tidak kasih izin (membela Sriwijaya). Saya tidak tahu (harus bagaimana), saya juga punya tanggung jawab terhadap Sriwijaya," ujar Okto seusai latihan Timnas di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/11) pagi.
Sriwijaya mengancam akan memutus kontrak Okto jika si pemain tetap bersama Timnas. Okto pun berharap agar hal ini tidak terjadi.
"Maunya ada yang bertanggung jawab gitu. Aku masuk Timnas karena Sriwijaya, bukan masuk Sriwijaya karena Timnas. Maunya ada saling pengertian, masing-masing cari solusi.. Aku di tengah-tengah saja lah."
Salah satu keberatan Sriwijaya adalah masalah materi. Sebagai pemain bintang, kontrak Okto tidaklah murah. Rugi jika mereka tak bisa memanfaatkan tenaga Okto.
Tak tanggung-tanggung, selepas Pra-Olimpiade, Okto langsung bergabung dengan pemusatan latihan untuk SEA Games, yang akan berlangsung hingga November mendatang. Ini berarti Laskar Wong Kito tak bisa menggunakan kemampuan Okto sekitar 11 bulan. Karena itu, manajemen Sriwijaya mengancam tak mau membayar gaji Okto jika tidak kembali ke klub.
Okto Kabur, Riedl Siapkan Sanksi
Gelandang Oktovianus Maniani terancam mendapatkan hukuman dari Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI). Pasalnya, ia memilih meninggalkan pemusatan latihan nasional Pra-Olimpiade 2012 tanpa seizin pelatih.
Pada sesi latihan timnas U-23 pada Jumat (28/1/2011) pagi, Okto tidak tampak bersama pemain-pemain lain. Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl mengungkapkan, pemain sayap itu pergi tanpa pamit pada Kamis (27/1/2011) malam. Okto akan memperkuat klubnya, Sriwijaya FC, yang akan melawan Persipura Jayapura, Sabtu (30/1/2011), kemudian kontra Persiwa Wamena pada Selasa (2/2/2011).
"Dia tanpa izin meninggalkan pemusatan latihan kemarin (Kamis, 27/1/2011) malam. Hal ini membuat dia akan mendapatkan masalah dari PSSI dan saya," ungkap Riedl seusai memimpin sesi latihan di Lapangan C, Senayan, Jumat (28/1/2010) pagi.
Keputusan Okto meninggalkan pelatnas, kata Riedl, tidak terlepas dari tekanan yang diberikan oleh Sriwijaya FC. "Manajer (Sriwijaya FC) memberikan tekanan besar kepadanya. Klub tersebut mengancam mendepak Okto bila dia tidak muncul di Sriwijaya untuk pertandingan selanjutnya. Padahal, kami sudah memberitahu Okto tidak usah kawatir karena dia sudah berada di sini, dan mendapat jaminan dari kami," ungkap pelatih asal Austria itu.
Terlepas dari hal tersebut, Riedl mengaku kecewa dengan tindakan Okto kabur dari pelatnas. "Dia tidak berbicara kepada saya. Saya juga tidak berbicara kepadanya karena kemampuan bahasa Inggrisnya kurang. Apakah saya akan menunggunya? Tidak. Saya tidak akan menunggu siapa-siapa. Kalau mau pergi, ya pergilah. Pikirkan sendiri risikonya," tegasnya.
"Dia akan mendapat masalah dari PSSI dan saya karena Okto tidak mendapat izin. Kami sudah berbicara dengannya karena kami tahu masalah yang dia hadapi. Kami sudah seringkali berbicara dengannya," ujar Riedl.
"Pelatih khususnya (Wolfgang) Pikal dan Iman Arif serta Manajer (Adjie Massaid) sudah memberitahunya berulang kali di bandara kemarin malam. Namun, dia memilih pergi," lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan, keputusan Okto meninggalkan pelatnas diiringi konfik antara timnas dan klubnya. "Laskar Wong Kito" memutuskan untuk menarik Okto dari pelatnas karena kecewa terhadap keputusan Riedl.
Sriwijaya FC menilai Riedl pilih kasih karena mengizinkan kiper Arema Indonesia, Kurnia Meiga, dan gelandang Perseman Manokwari, Nasution Karubaba, membela klubnya masing-masing. Riedl melepas kedua pemain itu karena klub mereka sudah mengajukan izin sepuluh hari sebelum pelatnas. Beda halnya dengan Sriwijaya FC, yang baru mengajukan izin kepada timnas setelah pelatnas berlangsung.
Tinggalkan TC Timnas, Okto Bakal Dicoret
Oktovianus Maniani terancam sanksi setelah memutuskan meninggalkantraining camp (TC) Tim Nasional Indonesia Pra-Olimpiade tanpa seizin pelatih Alfred Riedl. Kamis malam kemarin, 27 Januari 2011, Okto memutuskan turun membela Sriwijaya FC di Liga Super Indonesia (ISL).
Sriwijaya FC telah mengirim surat ke Badan Tim Nasional (BTN), Senin kemarin, 24 Januari 2011. Isinya: meminta Okto meninggalkan TC guna membela Laskar Wong Kito dalam 'tur' Papua di Liga Super Indonesia (ISL)--pada 30 Januari melawan Persipura Jayapura, dan pada 2 Februari menjajal Persiwa Wamena.
BTN berkeberatan. Manajemen Sriwijaya kemudian mengirimkan surat protes pada Kamis kemarin setelah kiper Kurnia Meiga diizinkan turun saat membela Arema FC melawan Sriwijaya, Rabu 26 Januari 2011.
Sebelumnya, Riedl menegaskan telah mengizinkan Meiga dan Nasution Karubaba (Perseman Manokwari) untuk masuk TC terlambat. Ini karena klub mereka masing-masing sudah mengirim surat permohonan izin, 10 hari sebelum TC dimulai. Riedl kemudian memutuskan tidak ada lagi pemain yang boleh meninggalkan TC.
"Dia (Okto) meninggalkan camp kemarin malam tanpa izin. Itu artinya dia akan mendapat masalah dari PSSI dan saya. Semudah itu," ujar Riedl usai latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Jumat tadi pagi. "Sekarang kami harus menunggu, karena saya tidak tahu hukuman seperti apa yang akan diberikan PSSI. Kalau saya tahu hukuman apa yang akan berikan untuknya. Saya akan beritahu Anda nanti."
"Saya tidak akan bicara dengannya karena Bahasa Inggrisnya tidak bagus, sama seperti Bahasa Indonesia saya. Saya tidak akan menunggu dia. Kalau dia mau pergi, pergi saja," Riedl menegaskan.
Penyebab Okto Tinggalkan TC Timnas
Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Alfred Riedl menegaskan keputusan Oktovianus Maniani meninggalkan TC Timnas Pra-Olimpiade karena mendapat tekanan dari klubnya, Sriwijaya FC.
Okto memutuskan untuk meninggalkan TC tadi malam, Kamis 27 Januari 2011. Pemain 20 tahun itu bergabung dengan skuad Sriwijaya FC yang akan menjalani tur Papua melawan Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL).
Atas keputusannya tersebut, winger yang bersinar saat membela Timnas senior di Piala AFF 2010 kemarin ini terancam sanksi dari PSSI. Riedl menegaskan Okto meninggalkan TC karena mendapat tekanan dari Sriwijaya.
"Masalahnya, menurut sang pemain, manajemen Sriwijaya menekan Okto, Mereka mengancam akan menendangnya dari klub jika dia tidak muncul untuk pertandingan selanjutnya," ujar Riedl usai latihan pagi di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Jumat 28 Januari 2011 pagi.
Riedl sendiri menegaskan pihak Badan Tim Nasional (BTN) sudah meminta Okto tetap tenang menghadapi masalah yang dihadapinya. Namun, Okto tetap memutuskan pergi memenuhi panggilan Sriwijaya.
"Padahal, kami sudah memberitahu dia untuk tidak takut, karena dia berada di bawah payung kami. Kami sempat beberapa kali berbicara dengannya karena kami tahu masalah yang dihadapinya," kilah Riedl.
"Tadi malam, (asisten pelatih, Wolfgang) Pikal dan (Deputi Bidang Teknis BTN) Iman Arif telah berbicara dengan dia ketika masih di bandara, tapi dia memilih untuk pergi. Saya tidak bisa terima hal itu."
"Dia pergi dan mungkin akan menghadapi masalah dengan saya dan PSSI karena dia pergi tanpa izin," pungkas Riedl.
Tinggalkan TC Timnas, Okto Bakal Dicoret
Oktovianus Maniani terancam sanksi setelah memutuskan meninggalkantraining camp (TC) Tim Nasional Indonesia Pra-Olimpiade tanpa seizin pelatih Alfred Riedl. Kamis malam kemarin, 27 Januari 2011, Okto memutuskan turun membela Sriwijaya FC di Liga Super Indonesia (ISL).
Sriwijaya FC telah mengirim surat ke Badan Tim Nasional (BTN), Senin kemarin, 24 Januari 2011. Isinya: meminta Okto meninggalkan TC guna membela Laskar Wong Kito dalam 'tur' Papua di Liga Super Indonesia (ISL)--pada 30 Januari melawan Persipura Jayapura, dan pada 2 Februari menjajal Persiwa Wamena.
BTN berkeberatan. Manajemen Sriwijaya kemudian mengirimkan surat protes pada Kamis kemarin setelah kiper Kurnia Meiga diizinkan turun saat membela Arema FC melawan Sriwijaya, Rabu 26 Januari 2011.
Sebelumnya, Riedl menegaskan telah mengizinkan Meiga dan Nasution Karubaba (Perseman Manokwari) untuk masuk TC terlambat. Ini karena klub mereka masing-masing sudah mengirim surat permohonan izin, 10 hari sebelum TC dimulai. Riedl kemudian memutuskan tidak ada lagi pemain yang boleh meninggalkan TC.
"Dia (Okto) meninggalkan camp kemarin malam tanpa izin. Itu artinya dia akan mendapat masalah dari PSSI dan saya. Semudah itu," ujar Riedl usai latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Jumat tadi pagi. "Sekarang kami harus menunggu, karena saya tidak tahu hukuman seperti apa yang akan diberikan PSSI. Kalau saya tahu hukuman apa yang akan berikan untuknya. Saya akan beritahu Anda nanti."
"Saya tidak akan bicara dengannya karena Bahasa Inggrisnya tidak bagus, sama seperti Bahasa Indonesia saya. Saya tidak akan menunggu dia. Kalau dia mau pergi, pergi saja," Riedl menegaskan.
Penyebab Okto Tinggalkan TC Timnas
Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Alfred Riedl menegaskan keputusan Oktovianus Maniani meninggalkan TC Timnas Pra-Olimpiade karena mendapat tekanan dari klubnya, Sriwijaya FC.
Okto memutuskan untuk meninggalkan TC tadi malam, Kamis 27 Januari 2011. Pemain 20 tahun itu bergabung dengan skuad Sriwijaya FC yang akan menjalani tur Papua melawan Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL).
Atas keputusannya tersebut, winger yang bersinar saat membela Timnas senior di Piala AFF 2010 kemarin ini terancam sanksi dari PSSI. Riedl menegaskan Okto meninggalkan TC karena mendapat tekanan dari Sriwijaya.
"Masalahnya, menurut sang pemain, manajemen Sriwijaya menekan Okto, Mereka mengancam akan menendangnya dari klub jika dia tidak muncul untuk pertandingan selanjutnya," ujar Riedl usai latihan pagi di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Jumat 28 Januari 2011 pagi.
Riedl sendiri menegaskan pihak Badan Tim Nasional (BTN) sudah meminta Okto tetap tenang menghadapi masalah yang dihadapinya. Namun, Okto tetap memutuskan pergi memenuhi panggilan Sriwijaya.
"Padahal, kami sudah memberitahu dia untuk tidak takut, karena dia berada di bawah payung kami. Kami sempat beberapa kali berbicara dengannya karena kami tahu masalah yang dihadapinya," kilah Riedl.
"Tadi malam, (asisten pelatih, Wolfgang) Pikal dan (Deputi Bidang Teknis BTN) Iman Arif telah berbicara dengan dia ketika masih di bandara, tapi dia memilih untuk pergi. Saya tidak bisa terima hal itu."
"Dia pergi dan mungkin akan menghadapi masalah dengan saya dan PSSI karena dia pergi tanpa izin," pungkas Riedl.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar